Abdollah Isnaini,AmKl Semi ,AmKL A. IDENTITAS PEKERJAAN 1.Nama Jabatan/Pekerjaan Anda: Pelaksana Teknis Laboratorium 2.Nama Unit Kerja Dimana Jabatan ini berada: UPTD Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten 3.Satuan Kerja / instansi : Pemerintah Kabupaten Wonogiri 4.Nama Jabatan Atasan Langsung Anda: Kepala UPTD Laboratorium 5.Lokasi Kerja(lokasi geografis tempat kerja anda): Kabupaten : Wonogiri Provinsi : Jawa Tengah
B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN Melaksanakan pengambilan sampel, pemeriksaan sampel dan membuat laporan hasil pemeriksaan di UPTD Laboratorium D. RINCIAN TUGAS 1. TUGAS POKOK 1.Melaksanakan pemeriksaan sampel secara bakteriologis dan kimia Tahapan Pelaksanaan Tugas 1.1.Persiapan alat dan media yang sudah disteril 1.2.Pelaksanaan pemeriksaan 1.3.Hasil pemeriksaan 1.4.Pembuatan laporan hasil pemeriksaan
Peranan 1.1.Pelaksana 1.2.Analisis pemeriksaan dan hasil pemeriksaan Indikator Prestasi 1.1.Jumlah sampel yang diperiksa sesuai dengan target 1.2.Hasil pemeriksaan dapat diterima oleh Atasan
2.Melaksanakan sterilisasi alat dan reagen pemeriksaan Tahapan Pelaksanaan Tugas 2.1.Persiapan alat dan media yang akan disteril 2.2.Pelaksanaan sterilisasi dengan menggunakan autoclave untuk media dan oven untuk alat gelas 2.3.Hasil : Alat dan media yang sudah steril dan siap pakai 2.4.Pemyimpanan alat dan media yang steril Peranan 2.1.Pelaksana sterilisasi alat dan media 2.2.Penyimpan alat dan media yang sudah steril Indikator Prestasi 2.1.Penyimpanan alat dan media yang steril sesuai ketentuan 2.2.Hasil pekerjaan dapat diterima atasan 3.Melaksanakan pengambilan sampel Tahapan Pelaksanaan Tugas
3.1.Persiapan alat dan bahan yang sudah steril 3.2.Pelaksanaan pengambilan sampel di lapangan 3.3.Pengiriman sampel ke laboratorium 3.4.Penyimpanan sampel sesuai dengan ketentuan Peranan 3.1.Pelaksana metode pengambilan sampel sesuai dengan kondisi lapangan 3.2.Menentukan cara pengiriman sampel ke laboratorium Indikator Prestasi 3.1.Jumlah Sampel yang diambil 3.2.Pengambilan sampel sesuai dengan jadwal 3.3.Hasil pekerjaan dapat diterima atasan 4.Melaksanakan penerimaan sampel yang masuk Tahapan Pelaksanaan Tugas 4.1.Menerima sampel yang masuk 4.2.Mencatat identitas sampel 4.3Menyimpan sampel / mengirim sampel ke bagian pemeriksaan Peranan 4.1.Pelaksana penerimaan sampel 4.2.Pelaksana penyimpanan dan pengiriman sampel Indikator Prestasi
4.1.Buku penerimaan Sampel 4.2.Hasil pekerjaan dapat diterima atasan 5.Membuat laporan hasil pemeriksaan Tahapan Pelaksanaan Tugas 5.1.Mencatat hasil di buku Regester pemeriksaan 5.2.Membuat hasil pemeriksaan 5.3Konsultasi dengan atasan 5.4Mengirimkan hasil pemeriksaan Peranan 5.1.Pelaksana 5.2. Indikator Prestasi 5.1.Laporan hasil pemeriksaan 5.2.Hasil pekerjaan dapat diterima atasan 6.Melaksanakan inventarisasi alat dan reagen laboratorium
Kepala Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Laboratorium Kesehatan
DINAS KESEHATAN KABUPATEN Wonogiri Tgl 1 Maret 2009
I.Pendahuluan
Sesuai dengan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1979 tentang pemberhentian PNS dimana salah satu isinya menyebutkan batas usia pensiun yaitu 56 tahun Maka Tugas dan Tanggung Jawab sebagai Kepala UPT LaboratoriumKesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri pada hari Sabtu tanggal 28 Pebruari 2009 menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada pejabat Kepala UPT LaboratoriumKesehatan. yang baru.
Adapun pelaksanaan kegiatan pelayanan Laboratotium Kesehatan. baik Laborat Kesehatan. Lingkungan maupun Laborat Klinis adalah merupakan program penunjang medik dalam rangka meningkatkan kesadaran, kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajad kesehatan yang optimal. Kegiatan pelayanan UPT Laboratorium Kesehatan. berfungsi sebagai pemantau, pengendali kualitas kesehatan lingkungan untuk Laborat Kesehatan. lingkungan dan sebagai penegak diagnosapencegahan penyakit serta monitoring terapi dalam penyembuhan penyakit untuk laborat klinik.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu kami sampaikan Analisa situasi / kondisi laboratorium. saat ini. Pencapaian kinerja UPT Laboratorium Kesehatan. Tahun 2008, Kondisi yang diinginkan dan proyeksi ke depan, hambatan / permasalahan, serta visi misi. Kebijakan dan Program LaboratoriumKesehatan.
Data Inventarisasi Alat Laboratorium Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri tahun 2009
II.Tujuan
Penyerahan tugas dan tanggung jawab pejabat Kepala UPT Laborat Kesehatan. yang lama kepada Kepala UPT Laborat Kesehatan. yang baru dalam rangka kelangsungan penentu kebijakan dan pelaksanaan tugas dari kegiatan di UPT Laboratorium Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri
III.Kondisi UPT Laborat Kesehatan. Tahun 2008
A.Kondisi Umum Daerah Saat ini
vKondisi secara khusus
Kondisi pada saat ini untuk UPT Laboratorium Kesehatan DKK Wonogiri secara fisik dari sumber daya manusia, kemampuan pelayanan laboratorium sampai sarana prasarana masih terbatas belum sesuai dengan harapan yang diinginkan (peralatan belum memadai, gedung / ruang laboratorium belum sesuai dengan standarisasi laboratorium)
1.Sarana Prasarana
a.Bangunan :
UPTD Laboratorium Kesehatan DKK Wonogiri menempati gedung seluas + 30 m2 dengan ruang pemeriksaan dan ruang administrasi menjadi satu (belum sesuai standarisasi) dimana laboratorium menurut Peraturan Pemerintah melalui Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan no 113 tahun 2003 dan Surat Keputusan Menkes RI No 04/Menkes/SK/I/2002 bahwa suatu kelembagaan laboratorium harus ada :
Ø1 ruang tunggu
Ø1 ruang kepala dan administrasi
Ø1 ruang pemeriksaan kimia
Ø1 ruang pemeriksaan bakteriologis
Ø1 ruang keasaman
Ø1 ruang penyimpanan alat dan reagensia
Ø1 ruang toilet dan pembuangan limbah yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 85 tahun 1999
Sarana penunjang: 1 buah sepeda motor dan1 (satu ) unit komputer
b.Pelayanan Laboratorium Kesehatan
Dalam kegiatan pemeriksaan laboratorium kesehatan diperlukan sarana teknis yang meliputi antara lain :
i.Peralatan
ØPeralatan lapangan : pengambilan sampel
pH meter, DO meter, TDS meter, Conductivitimeter, Termometer, Botol sampel, Tas sampel, Ice box, Stop watch, Kruis tang dst
ØPeralatan di ruang laboratorium
Pemeriksaan kualitas air, makanan dan minuman secara bakteriologis dan kimia terbatas adalah sebagai berikut : pH meter, DO meter, TDS meter, Termometer, Turbidymeter, Inkubator, Oven, Autoclave, Waterbath, Smal bench, Muffle furnace, COD reaktor, Buret, Erlenmeyer, Labu ukur, Gelas ukur dan Peralatan gelas lainnya.
ØPeralatan penunjang
Refigenerator / lemari es, almari penyimpanan alat dan reagensia, mikroskop, centrifuge, timbangan teknis, hot plate, dst
ØSarana penunjang
Sepeda motordan komputer : 1 buah
ii.Bahan dan Reagensia
ØReagensia untuk pemeriksaan bakteriologis: (LB, BGLB)
ØReagensia untuk pemeriksaan kimia terbatas: (Iron test kit, Nitrat / Nitrit test, Formaldehide test kit Boraks, Manganase test kit)
Kemampuan pelayanan laboratorium kesehatan di DKK Wonogiri masih terbatas perlu adanya peningkatan untuk pelatihan / magang di BLK Semarang dan peralatan yang memadai, adapun kemampuan pelayanan laboratorium sebagai berikut :
a.Pemeriksaan Fisika dan Kimia terbatas : Air minum, air bersih, air limbah (BOD dan COD)
b.Pemeriksaan Bakteriologis: Air Minum dan air bersih
f.Pemeriksaan Makanan dan Minuman: Bakteriologis, formalin dan boraks
g.Pemeriksaan Kualitas Udara: Kebisingan sesaat, angka kuman, dan debu terendap.
3.Sumber Daya Manusia
a.Ketenagaan
Jumlah tenaga 4 orang (1 orang Kepala, 1 orang Administrasi dan 2 orang Teknisi)
b.Pendidikan: SAA: 1 orang
S 1: 1 orang ( Sarjana Ekonomi)
D III: 2 orang ( Kesehatan lingkunga dan analis )
SLTA : 1 orang
c.Status Kepegawaian: PNS= 5 orang
Ketrampilan / Skill / Pelatihan :
Pelatihan yang pernah diikuti :
ØPelatihan penggunaan peralatan Pemeriksaan Kualitas Lingkungan tahun 1995 di Semarang
ØPelatihan Teknis Pemeriksaan Kimia Air untuk 18 Parameter (Paket C) tahun 1998 di BTKL Surabaya
ØMagang Pelatihan Pemeriksaan Makanan dan Minuman (BTM) tahun 2003 di BLK Semarang
ØPelatihan Tenaga Teknis Laboratorium tahun 2006 di BLK Semarang
vKondisi secara umum
Kondisi Pelayanan Laboratorium pada Upaya Pembangunan Kesehatan secara umum pada saat ini sebagai berikut :
1.Derajad Kesehatan
Didalam rangka meningkatkan derajad kesehatan masyarakat di bidang Laboratorium Kesehatan melaksanakan kegiatan pelayanan pemeriksaan laboratorium sebagai berikut :
a.Pemeriksaan Laboratorium Klinis dilaksanakan di Laboratorium Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan DKK Wonogiri yang merupakan program penunjang medik didalam mendukung upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, diagnosa dini, dan monitoring terapi dalam rangka penyembuhan penyakit.
Dimana kesadaran masyarakat didalam upaya meningkatkan kesehatan melalui pelayanan laboratorium klinis belum optimal, walaupun cakupan, kunjungan, layanan laboratorium klinis dari tahun ketahun ada peningkatan.
Cakupan kunjungan layanan laboratorium klinis dari tahun 2004 s/d 2007 sebagai berikut :
Tahun 2004: 25.169
Tahun 2005: 27.856 (10,60 %)
Tahun 2006: 27.930 (0,24 %)
Tahun 2007: 60.589 (116,33 %)
b.Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dilaksanakan oleh UPT Laboratorium Kesehatan DKK Wonogiri yang merupakan Laboratorium Kesehatan lingkungan meliputi Pengawasan Kualitas Air, Tanah dan Faeces, Makanan – Minuman, dan Kualitas Udara dst.
Dimana kesadaran masyarakat, Badan usaha swasta (Damiu, Perusahaan, IRT-P, Rumah makan, Hotel, RS, RB, BPS) kepedulian terhadap lingkungan yang sehat masih relatif rendah walaupun frekuensi pengguna jasa laboratorium kualitas kesehatan lingkungan dari tahun ke tahun ada peningkatan namun masih belum
2.Upaya Kesehatan
Penyelenggaraan upaya kesehatan di bidang pelayanan laboratorium klinis maupun maupun laboratorium kesehatan masyarakat yang bersifat peningkatan (promotif) untuk penyediaan alat dan reagensia laboratorium dan sarana prasarana masih dirasakan kurang memadai. Dari jumlah Puskesmas rawat jalan sebanyak 34 UPK dan Puskesmas rawat inap sebanyak 5 UPK dengan kondisi sebagai berikut :
b.Kemampuan pelayanan laboratorium klinis menurut jenis pemeriksaan
ØPemeriksaan laboratorium> 10 jenis pemeriksaan: 25 %
ØPemeriksaan laboratorium5 – 9 jenis pemeriksaan: 26 %
ØPemeriksaan laboratorium0 – 4 jenis pemeriksaan: 49 %
3.Pembiayaan Kesehatan
Pengalokasian dana bersumber pada pemerintah yang dikelola oleh sektor kesehatan sampai saat ini masih belum begitu efektif, dana pemerintah lebih banyak dialokasikan pada upaya kuratif, sementara dana untuk upaya promotif dan preventif masih sangat terbatas, apalagi dibidang pelayanan laboratorium yang selama ini kurang ada perhatian. Dan apabila pembangunan kesehatan di bidang pelayanan laboratorium ada perhatian untuk dikembangkan dan ditingkatkan pelayanannya secara profesional maka akan memberikan kontribusi yang tidak sedikit kepada pemerintah. Walaupun pelayanan laboratorium baik di Puskesmas maupun di DKK Wonogiri hanya sebagai program penunjang pelayanan kesehatan secara umum namun harus ada pada setiap UPK khususnya untuk dana promosi laboratorium dalam upaya peningkatan kesadaran peran serta masyarakat, perorangan dan Badan usaha swasta / daerah dan untuk peningkatan SDM melalui pelatihan / magang yang berkesinambungan selama ini belum pernah ada / terakomodasi
4.Sumber Daya Manusia
Jumlah SDM Kesehatan di bidang pelayanan laboratorium belum memadai dengan SDM terbatas merupakan kendala / hambatan bagi perkembangan / peningkatan laboratorium selama ini baik pada segi pengetahuan, ketrampilan, sikap perilaku pada pelayanan maka perlu adanya penambahan tenaga laboratorium yang profesional (analis) pada setiap UPK dan perlu adanya pelatihan-pelatihan / magang Adapunkondisi ketenagaan di bidang pelayanan laboratorium sebagai berikut :
ØJumlah tenaga analis : 14 orang; 9 orang bertugas di Laboratorium puskesmas dan4 orang di laboratorium rawat inap
ØJumlah tenaga analis 1 orang dan sanitarian 1 orang di Laboratorium kesehatan DKK Wonogiri
ØJumlah tenaga 20 orang dengan latar belakang pendidikan berbeda-beda (S1, DIII, DI, dsb)
ØKekurangan tenaga analis di kabupaten Wonogiri 21 orang untuk laboratorium puskesmas dan rawat inap, dan 1 orang untuk Laboraorium Kesehatan DKK Wonogiri
5.Obat dan Perbekalan Kesehatan
Anggaran perbekalan kesehatan untuk peralatan laboratorium dan reagensia Laboratorium Kesehatan DKK Wonogiri dan Laboratorium Puskesmas sudah ada peningkatan rata-rata pertahun 11,86 % namun masih belum sesuai dengan kebutuhan pada program penunjang pelayanan medik (laboratorium) baik di laboratorium puskesmas maupun laboratorium kesehatan DKK Wonogiri
6.Pemberdayaan Masyarakat dalam bidang Kesehatan
Didalam upaya pemberdayaan masyarakat pada pelayanan laboratorium kesehatan untuk kesadaran peran serta masyarakat / badan usaha swasta / perorangan untuk hidup sehat masih relatif rendah, maka masih perlu adanya biaya untuk promosi laboratorium, penyuluhan lingkungan sehat khususnya pengawasan kualitas air untuk pengguna air produksi makanan dan minuman, jamu / obat tradisional yang disajikan kepada masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan, adapun presentasi pengguna jasa laboratorium untuk badan usaha swasta/masyarakat sebagai berikut :
ØTahun 2004:15
ØTahun 2005:18 ( 120 % )
ØTahun 2006:21 ( 116,67 %)
ØTahun 2007:22 ( 104,76 %)
7.Management Kesehatan
Sistem informasi management kesehatan telah dikembangkan namun masih sangat terbatas khususnya di UPTD Laboratorium kesehatan DKK Wonogiri belum ada sarana komputer sehingga sangat menghambat tata kerja didalam pengelolaan administrasi laboratorium yang mencakupi :
ØPerencanaan (Renstra/Renja/RASK dsb)
ØPencatatan (Hasil pemeriksaan laboratorium, kelengkapan administrasi dan inventarisasi data)
ØPelaporan ( Lakip, pembinaan dan monev, penyusunan rakerkesda)
Tidak dapat berjalan lancar, tertib, benar dan tepat waktu
IV.Kondisi yang diinginkan dan Proyeksi kedepan
1.Umum
a.Derajad Kesehatan
Terwujudnya derajad kesehatan masyarakat yang optimal di Kabupaten Wonogiri masih harus ditingkatkan secara terus menerus melalui upaya program pelayanan laboratorium klinis maupun laboratorium kesehatan masyarakat yang terpadu dan mandiri diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kesehatan perorangan baik kesehatan fisik, lingkungan serta berperilaku hidup sehat dan bersih maka angka kesakitan yang ditumbuhkan oleh lingkungan yang tidak sehat dan bersih akan menurun serta angka harapan hidup akan lebih panjang
b.Upaya Kesehatan
Penyelenggaraan upaya kesehatan yang bersifat peningkatan (promotif) dan pencegahan (preventif) terus dapat ditingkatkan atau mendapat prioritas, walupun tidak meninggalkan upaya kuratif dan rehabillitatif.
Upaya kesehatan untuk program pelayanan laboratorium kesehatan sebagai berikut :
I.Peningkatan pelayanan Laboratorium Kesehatan :
ØTerwujudnya kualitas dan kuantitas hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan (klinis dan kesehatan masyarakat)
ØTersedianya peralatan dan reagensia laboratorium yang cukup dan memadai dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan laboratorium dan peningkatan kemampuan laboratorium
ØTerlasananya kalibrasi alat (pengecekan fungsi akurasi alat) secara rutinitas sesuai dengan lisensi masing-masing alat sehingga dapat menghasilkan data pemeriksaan yang benar dan akurat
II.Peningkatan sarana prasarana
ØStandarisasi ruang / gedung laboratorium kesehatan yang ada di 34 puskesmas rawat jalan, 5 puskesmas rawat inap dan 1 laboratorium kesehatan DKK Wonogiri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah
ØTercukupinya sarana penunjang komputer yang lengkap demi kelancaran pelaksanaan administrasi laboratorium guna memperoleh data yang valid dan akurat
c.Pembiayaan Kesehatan
Dalam mewujudkan pelayanan laboratorium kesehatan yang prima mandiri dan terpadu perlu tercukupi biaya untuk peningkatan kemampuan pelayanan antara lain :
I.Rehab / membangun gedung laboratorium puskesmas yang belum memenuhi syarat standarisasi laboratorium : (53 %) dan 1 gedung laboratorium kesehatan DKK Wonogiri menjadi 100 % memenuhi syarat standarisasi laboratorium kesehatan
II.Tercukupinya peralatan yang dibutuhkan di laboratorium kesehatan dan tersedianya reagensia laboratorium kesehatan secara rutinitas
III.Terselenggaranya kegiatan promosi laboratorium : Sosialisasi keberadaan laboratorium kesehatan dan peraturan pemerintah tentang pengawasan kesehatan lingkungan pada masyarakat, badan usaha swasta / daerah
IV.Pelatihan / magang tenaga laboratorium kesehatan didalam mengikuti perkembangan IPTEK di era globalisasi
Dengan adanya biaya / anggaran dari APBD I, APBD II, APBN maka jasa pelayanan laboratorium akan lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat kecil.
d.Sumber Daya Manusia
Ketersediaan tenaga kesehatan khususnya tenaga laboratorium yang profesional dan proporsi.onal dalam jangka 2 tahun kedepan (tahun 2010) tercukupi dan mendapatkan tunjan.5gan fungsional baik di laboratorium kesehatan DKK maupun laboratorium puskesmas / RI khususnya begitu juga untuk tenaga fungsional khusus yang ada di lingkungan DKK Wonogiri.
Pelatihan – pelatihan / magang secara berkesinambungan didalam mengikuti perkembangan IPTEK sehigga mampu mengahsilkan tenaga yang profesional dengan uji kompetensinya ( pengetahuan, ketrampilan dan sikap perilaku) yang siap pakai dalam pelayanannya serta mampu bersaing dalam era globalisasi
e.Obat dan Perbekalan Kesehatan
Dalam penyusunan perencanaan perbekalan kesehatan untuk peralatan dan reagensia bisa membuat perencanaan yang tepat (tepat guna, tepat waktu, tepat sasaran dan tepat biaya) sehingga untuk 2 tahun kedepan (tahun 2010) peralatan tercukupi 100 % dan reagensia tersedia 95 % sesuai kebutuhan.
f.Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat pada program pelayanan laboratorium kesehatan diharapkan untuk tahun kedepan (2010) kesadaran masyarakat / perorangan / badan usaha swasta semakin tinggi akan kebutuhan fisik yang sehat dan lingkungan yang bersih / sehat serta kewajiban para pengelola produksi pangan, pengguna jasa air yang disajikan kepada masyarakat walaupun belum adanya dasar hukum yang kuat (perda) dalam hal pengawasan kualitas kesehatan lingkungan.
g.Management Kesehatan
Dalam tiga tahun kedepan (tahun 2011) diharapkan management DKK Wonogiri khususnya program pelayanan laboratorium harus semakin mantap dan terpercaya baik dari segi perencanaan pengelolaan administrasi (pencatatan dan pelaporan), pembinaan monev serta penganggarannya sehingga pengelolaan administrasi laboratorium kesehatan yang benar, tertib dan akurat dapat terwujud.
2.Khusus
Kondisi yang diinginkan untuk UPTD Laboratorium Kesehatan DKK Wonogiri diproyeksikan dapat terakreditasi oleh BAN (Badan Akreditasi Nasional) menjadi laboratorium yang mandiri dan terpadu dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat didalam mewujudkan Wonogiri Sehat dan Sejahtera sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Wonogiri.
V.Pencapaian Kinerja UPTD Tahun 2008
( Sesuai laporan hasil kegiatan pelayanan Laborat Kesehatantahun 2008 tetapi di tingkat bagian program peningkatan pelayanan laboratorium dan peningkatan kapasitas laborat.)
VI.Hambatan / Permasalahan yang merupakan agenda UPT Laborat Kesehatan. DINAS KESEHATAN KABUPATEN
Hambatan dan Permasalahan ini sebagai agenda kegiatan yang belum bisa dilaksanakan oleh UPT Laborat Kesehatan. Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten yang meliputi :
1.Sumber Daya Manusia
a.Masih terbatasnya tenaga laborat. yang profesional di Puskesmas.
b.Masih kurangnya pengetahuan dan ketrampilan petugas Laborat. baik di UPT Laboratorium Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten maupun Laborat Puskesmas dan Rawat Inap dikarenakan latarbelakang pendidikan yang berbeda-beda.
c.Pengelolaan Administrasi Laborat Puskesmas dan Rawat Inap dari perencanaan, penyampaian, pencatatan dan pelaporan yang belum tertib dan berjalan baik.
2.Pelayanan Laborat.
a.Peralatan yang belum lengkap dan memadai di Laboratorium Puskesmas.
b.Promosi/sosialisasi keberadaan Laborat Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri kepada masyarakat, Instansi, Usaha swasta, Industri, Rumah Makan, hotel untukpelayanan kesehatanbelum dilaksanakan secara optimal dikarenakan :
- Belum adanya. sosialisasi laboratorium
- Kemampuan yang masih terbatas.
c.Belum adanya Dasar Hukum ( Penerbitan Perda dan SK Bupati tentang syarat pengawasan kualitas kesehatan lingkungan ) yang memuat kewajiban / sanksi suatu Badan Usaha Swasta / Daerah, Hotel, Rumah Makan dan lain-lain
d.Sarana prasarana
Ruang laboratorium / gedung laborat. yang belum sesuai dengan standarisasi laborat baik di UPT Laborat Kesehatann Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri maupun di laborat. Puskesmas / Rawat Inap.
e.Semua usulan Rancangan Peraturan Daerah dan kebutuhan baik pada sumber daya manusia pelayanan Laborat. maupun sarana prasarana, belum bisa terakomodir dan terpenuhi sesuai dengan harapan sehingga pencapaian target dan program belum berhasil secara maksimal.
VII.Visi Misi, Kebijakan dan Program Kerja UPT Laborat Kesehatan.DINAS KESEHATAN KABUPATEN
Berdasarkan Analisa situasi dan kondisi daerah kabupaten Wonogiri, untuk memberi arahan / panduan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi dan akibat negatif yang ditimbulkan serta di dalam mewujudkan program UPTF Laborat Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten, maka perlu disusun visi, misi kebijakan sebagai berikut :
A.Visi
Laborat menjadi Pusat Rujukan Pemeriksaan Laborat Kesehatan menuju Wonogiri Sehat 2010
B.Misi
1.Meningkatkan Sumber Daya Manusia
2.Meningkatkan Kemampuan Pelayanan Lab.
3.Meningkatkan Promosi Laborat Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten , Puskesmas dan Rawat Inap.
4.Meningkatkan Manajemen Lab.
5.Meningkatkan kerja sama lintas program, lintas sector dan peran serta masyarakat dalam bidang pengawasan kualitas air dan kesehatan lingkungan serta kesehatan perorangan.
6.Meningkatkan sarana dan prasarana.
C.Kebijakan dan Program
1.Kebijakan :
Meningkatkan kualitas dan kuantitas kemampuan pelayanan laboratorium baik secara teknis dan administratif
2.Program
·Peningkatan SDM.
·Peningkatan kemampuan pelayanan Lab.
·Peningkatan promosi Laboratorium.
·Peningkatan Manajemen Laboratorium.
·Peningkatan kerjasama lintas program, lintas sektor dan peran serta masyarakat dibidang pengawasan kualitas air dan kesehatan lingkungan.
·Peningkatan sarana dan prasarana
VIII.Data Surveilanisasi Alat Lab. UPT Laborat Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten ( Lihat buku inventarisasi )
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 10 Ml
5
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 25 Ml
2
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 50 Ml
11
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 100 Ml
6
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 200 Ml
8
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 250 Ml
2
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 500 Ml
4
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 1000 Ml
7
- Gelas Ukur ( Graduated Measurving Cylinder ) 2000 Ml
2
39
Hydrometer
1
40
Hygrometer
0
41
INKUBATOR BOD 200 C
Binder
1
42
Inkubator Digital
WTB Binder
1
43
Jas Laboratorium
3
44
Kitchen Inspection Kit
1
45
Koloni Counter
3
46
Kompor Listrik/Hot Plate
Maspion
1
47
Kompor Minyak sumbu asbes
Vias/Sanio
1
48
Kondensor Liebeg 300 mm'
Pirex
2
49
Kulkas/Refigerator
Pirex/Approx
2
50
Labu Ukur/Gelas takar Vol.Flash Cap
- Labu Ukur/Gelas takar Vol.Flash Cap 50 ml
Pyrex
13
- Labu Ukur/Gelas takar Vol.Flash Cap 100 ml
Pyrex
1
- Labu Ukur/Gelas takar Vol.Flash Cap 250 ml
Pyrex
4
- Labu Ukur/Gelas takar Vol.Flash Cap 500 ml
Pyrex
2
- Labu Ukur/Gelas takar Vol.Flash Cap 1000 ml
Pyrex
1
51
Lampu Bunsen/Lampu Spiritus
7
52
Mikroskop Binokuler alami
1
53
Mikroskop Binokuler Listrik
1
54
Mortir
2
55
Obyek Glass
234
56
Ohse / Inoculation Neddle Lop
11
57
Pallus ball / Karet penghisap
2
58
Panci + tutup
2
59
Penghisap Glasfirm pipump
2
60
Penjepit kayu
3
61
Petridish / cawan petri
Schoot Germany
55
62
pH Meter / pH Scan Wp
Watiap
1
63
Pinset Stenlistel
5
64
Pipet gondok / pipet Volume
- Pipet gondok / pipet Volume 0,5 ml
Pyrex
0
- Pipet gondok / pipet Volume 1,0 ml
Pyrex
5
- Pipet gondok / pipet Volume 2,0 ml
Pyrex
3
- Pipet gondok / pipet Volume 3,0 ml
Pyrex
0
- Pipet gondok / pipet Volume 4,0 ml
Pyrex
0
- Pipet gondok / pipet Volume 5,0 ml
Pyrex
2
- Pipet gondok / pipet Volume 10,0 ml
Pyrex
2
- Pipet gondok / pipet Volume 25,0 ml
Pyrex
3
65
Pipet tetes
10
66
Pipet ukur
- Pipet ukur 0,5 ml
5
- Pipet ukur 1 ml
Pyrex/HBG
26
- Pipet ukur 5 ml
W Germany
10
- Pipet ukur 10 ml
Pyrex/HBG
85
67
Rak Pengering Pipet Horisan
1
68
Rak Pengering Pipet Vertik
1
69
Rak TabungBesi/ Stanlistil
16
70
Rak Tabung Kayu
2
71
Rak Tabung Nessler
2
72
Reagen Botol 125 Ml ( Gl+Tr )
35
73
Reagen Botol 250 Ml ( Glp+Tr )
25
74
Sampel cool box
4
75
Sanitarian Test Kid
2
76
Sarung tangan
158
77
Sikat Bulu/Gosok
5
78
Small Bench Muffle ex Use
1
79
Spareating Comp/ Derelp Thank TLC 20x 20
1
80
Spectrofotometer.
UV-VIS
1
81
Stetofotometer Klinis
1
82
Stiring Rod/Pengaduk
10
83
Tabung COD
45
84
Tabung Durham
500
85
Tabung Erlemmeyer
- Tabung Erlemmeyer50 ml
Iwaki/Pyrex
5
- Tabung Erlemmeyer100 ml
Iwaki/Pyrex
10
- Tabung Erlemmeyer250 ml
Iwaki
9
- Tabung Erlemmeyer500 ml
Emilex
8
- Tabung Erlemmeyer1000 ml
Pyrex
5
86
Tabung Nessler 100 ml
Omega
17
87
Tabung reaksi
685
88
Tabung Centrifuge
Approx
1
89
Tas Sampel
1
90
TDS/ Conductivity meter
1
91
Termometer Air Raksa
Ohaus
1
92
Termometer digital
2
93
Timbangan Porttable Digital
1
94
Timbangan Porttable Manual
1
95
Timbangan Teknis
3
96
TLC Dipet No.1
1
97
TLC Plate Silica Gel 60F234
1
98
Tripot 11 Cm
WTB Binder
6
99
Turbidity Meter
1
100
Uv Lamp Far TLC
1
101
Water Bath
1
IX.Penutup.
Demikian memori tugas dan tanggung jawab kepada UPT Laborat Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri kami serahkan kepada pejabat Ka. UPT Laborat Kesehatan.Dinas Kesehatan Kabupaten yang baru dengan harapan memori ini kiranya dapat dipakai sebagai acuan di dalam peningkatan palayanan Laborat di masa yang akan datang.
Apabila di dalam menyusun memori ini ada hal-hal yang kurang berkenan kami mohon maaf dan terima kasih.